Rabu, 12 Mei 2010

Hari ini
Disaat mataku masih terbuka lebarmenit,
Disaat aku merasakan hidup selama Sembilan belas tahun
Disaat aku merasakan betapa berartinya angka itu,
dalam hitungan waktu, detik, jam bahkan tahun

Disaat matahari telah berganti
Disaat senja mulai tutup usia
Disaat renta menutup keriput mukaku

Hari ini
sebelum malam berganti siang
aku ingin menuliskan satu keinginan
aku ingin menulis cinta dihati Ibuku

cinta yang tak pernah lekang oleh waktu
cinta yang hanya satu dari seribu pilu
cinta yang cuma aku saja dihatinya

ku ingin slamanya mencintai dirimu
sampai waktu kan memanggilku


Malang, 08 Mei 2010

Kamis, 29 April 2010

Puisi bingung
Untuk orang yang dilanda bingung

Alkisah di kerajaan bingung
Dua manusia terlibat percakapan
Begini ceritanya,
Kenapa kau bingung?
Karena aku bingung
Lalu kenapa kau bingung?
Karena aku bingung
Bingung karena apa?
Bingung karena bingung
Kenapa dengan bingung?
Bingung sedang bingung
Bingung, bingung karena apa?
Bingung karena dia bingung
Kenapa dia bingung
Bingung karena dia memikirkan bingung
Kenapa dengan bingung
Bingung, bingung, bingung karena dia bingung
Lalu apa hari ini bingung makin bingung
Ya aku tidak tahu dia bingung karena bingung atau tidak
Yang jelas dia bingung karena bingung.



Puisi apaan nihh?? Begini aja dibilang puisi
Malah membuat orang bingung
Judulnya bingung
Isinya malah makin bingung
Yang baca orang bingung
Ya pasti tambah bingung
cogito ergo sum

Selasa, 27 April 2010

Tasbih Sang Kelelawar
Oleh: Siti Nurul Fatimah*


Aku seperti kelelawar terbang bebas tengah malam
Menghabiskan separuh malam pengganti siang
Mencari sebingkai makna dari tidurku yang panjang
Mengintip sepercik sinar di balik sujudku yang kurang
Aku seperti kelelawar yang tengah kelaparan
Mencari sesuap dahaga dalam lelapnya lampu temaram
Mengantri sembako bergilir tak berwujud garam
Menghibur diri,
melebur bersama sayup-sayup jibril yang hampir hilang saat subuh datang
Memanjat tebing-tebing penghalang risau
Aku seperti kelelawar yang usang
Mengejar matahari didalam hutan yang gersang
Menimba air dengan tubuh kering kerontang
Diatas bukit dibawah langit ragaku terguncang
Mendengar desir-desir ombak menggelegar

Disini
Ditempat aku meraut hasrat,
menabur benih kedalam rongga mulutku yang mulai kering
dalam arus lumpur kau memandang
sambil mendendangkan lagu kemenangan
Menceritakan kisahku kedalam untaian kata
Menjadi satu cerita yang bisa diminati oleh pembaca
Menuliskan rentetan masalalu diatas kepingan waktu yang mulai retak
Membiarkan orang-orang berbisik satu persatu dibawah alam sadarku

Aku seperti kelelawar kepanasan
Ketika tasbihku tak bisa menjawab hasrat yang tak pernah terobati
ketika tahmit mulai jenuh terucap dalam detak nadi
ketika takbir tak lagi merdu untuk didengar
yang tersembunyi,dan terselip diranting kunir yang nyinyir
Duh gusti.
Jauhkan ini dari hati yang kian penuh duri
menginginkan sesuatu yang lebih dari sesuatu yang telah Kau penuhi
ku ingin berjalan dengan ketentuan-Mu yang pasti
agar aku tak meyesal nanti-nanti
Duh gusti
beri aku sepercik air pelangi
bila tak mampu mengobati benih-benih hati yang kian terkebiri
jangan biarkan aku terhunus tajamnya rongga-rongga peniti
menancap tepat di ulu hati

Selasa, 13 April 2010

kali ini aku gagal lagi...
dari setiap coretan-coretan yang aku rangkum
dari hasil memaras otakku semalaman
tak satupun hasil rangkaian yang aku buat,
berjejer rapi diatas kanvas penguasa raya
kali aku gagal lagi
memadu lembaran-lembaran tinta yang aku robek semalaman
menjadi penghias meja para pembaca
kali ini aku memang gagal lagi
entah esok, lusa dan seterusnya

Rabu, 07 April 2010

Balada Sang Dosen

Masuk
Duduk
Assamu’alaikum wr.wb.
Saya absen dulu,
M. khoiruddin
Muh.Oktavianto putra
Muzanni
M. Ali wafa
M. Ber
“Sakit, pak…..”
Berdiri,
Lalu
Bicara
Behhh,,, ceramah?
Sms dikirim…
“Minggu depan diskusi,
Lalu pergi tanpa jejak
Kelas sepi
Mahasiswa dikebiri
Otak berlari
Mencari makna yang tak mengalir

Rabu, 31 Maret 2010

Malam Ini

Malam ini
Aku tak dapat berbaring nyenyak
dengan sederet nyanyian kalbu
berbaring lemah menindihku
“Lets the music think your soul”
Teriring dalam sanubariku
yang tak terangkai dentingannya
Malam ini
aku tak dapat melhat keindahan itu
bersama angin
yang turun dari bukit pedalaman
teruntai dalam benak yang tak terungkap
Malam ini
aku tak dapat melihat wajah riang itu
diatas permukaan laut yang lugu
dengan satu kata yang sering diucapnya itu
dengan lagu cinta yang dinyanyikannya
bersama bintang gemintang yang tak berurutan
Malam ini
aku tak dapat menyaksikannya ceria
dengankelembutan-kelembutanya yang manja

Malang, 14 Maret 2010
Balada Sang Dosen

Masuk
Duduk
Assamu’alaikum wr.wb.
Saya absen dulu,
M. khoiruddin
Muh.Oktavianto putra
Muzanni
M. Ali wafa
M. Ber
“Sakit, pak…..”
Berdiri,
Lalu
Bicara
Behhh,,, ceramah?
Sms dikirim…
“Minggu depan diskusi,
Lalu pergi tanpa jejak
Kelas sepi
Mahasiswa dikebiri
Otak berlari
Mencari makna yang tak mengalir

KINI

Kini aku bersemangat lagi
Melihat sajak-sajak terhampar di sudut jemari
Melihat untaian kalbu terselip dalam relung tiada henti
Melihat coretan pena para penyair-penyair sinting menyusup di rongga hati
Melihat Dia duduk sembulat riang menahan geli
Kini aku bersemangat lagi
Menceritakan kisahku kedalam untaian kata
Menjadi satu cerita yang bisa diminati oleh pembaca
Menuliskan rentetan-rentetan masalalu diatas kepingan waktu yang mulai retak
Membiarkan orang-orang berbisik satu persatu dibawah alam sadarku

Surat Untuk SBY

Kau jangan bengis
Indonesia mulai menangis
Harta mulai terkikis
Alam tak lagi harmonis
Kini aku yang histeris
Menunggu santunan manis..

BILA KU JATUH CINTA

Rabbi....
Aku minta ijin
Bila Suatu saat aku jatuh hati
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau
Rabbi....
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan
Bilangan Cinta tdk terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh
Tatkala bunga cahaya mulai merona
Di saat itupun Cinta mulai merekah
Tatkala hati mulai berbicara
Di saat itu api mulai merajah
Duh, Gusti Pelembut Hati ....
Tambatan jiwaku, Pangeran CINTA-ku
Bagaimana bisa kubagi satu hati untuk 2 cinta
Bila ku hanya punya satu
dan Biarlah,
Hanya KAU yang terakhir kusebut saat ku kan terlelap,
dan hanya KAU pulalah yang pertama kuingat saat kuterjaga.

Di sudut kota

Manusia-manusia geladakan bertahan di tempat itu
Tempat itu??
Ya benar..
Tempat yang tidak satupun orang bosan menaunginya
Betah duduk berjam-jam
Bersandiwara dengan alam
Sekedar melepas tawa yang kusut kian merajut
Ditepi haluan jalan
Asap-asap berkeliaran
Menepis datangnya hantu berkeliaran
Tinta bekas luka hilang berjatuhan

Di sudut kota itu
Tangan-tangan kecil dipertaruhkan
Bertengger ditepian trotoar
Berdiskusi dengan pengguna jalan

IRI

Ada rasa iri mendera hati
tatkala mereka mampu menginjakkan kaki dibumi
meski langkah terseok-seok karena belati
meski raga tak tersentuh oleh rasa dahaga
Ada rasa cemburu yang menancap dikening hati
disaat mereka me nyentuh bulan dengan pasti
pusara angin mengajaknya pergi
iring-iringan mercuri dan semerbak daun melati
Ada rasa iri didalam dada ini
ketika tasbihku tak bisa menjawab hasrat yang tak pernah terobati
ketika tahmit mulai jenuh terucap dalam detak nadi
ketika takbir tak lagi merdu untuk didengar
yang tersembunyi,dan terselip diranting kunir yang nyinyir
Duh gusti.
Jauhkan ini dari hati yang kian penuh duri
menginginkan sesuatu yang lebih dari sesuatu yang telah kau penuhi
ku ingin berjalan dengan ketentuan-Mu yang pasti
agar aku tak meyesal nanti-nanti
Duh gusti
beri aku sepercik air pelangi
bila tak mampu mengobati benih-benih hati yang kian terkebiri
jangan biarkan aku terhunus tajamnya rongga-rongga peniti
menancap tepat di ulu hati

Malang, Maret 2010