Hari ini
Disaat mataku masih terbuka lebarmenit,
Disaat aku merasakan hidup selama Sembilan belas tahun
Disaat aku merasakan betapa berartinya angka itu,
dalam hitungan waktu, detik, jam bahkan tahun
Disaat matahari telah berganti
Disaat senja mulai tutup usia
Disaat renta menutup keriput mukaku
Hari ini
sebelum malam berganti siang
aku ingin menuliskan satu keinginan
aku ingin menulis cinta dihati Ibuku
cinta yang tak pernah lekang oleh waktu
cinta yang hanya satu dari seribu pilu
cinta yang cuma aku saja dihatinya
ku ingin slamanya mencintai dirimu
sampai waktu kan memanggilku
Malang, 08 Mei 2010
Rabu, 12 Mei 2010
Kamis, 29 April 2010
Puisi bingung
Untuk orang yang dilanda bingung
Alkisah di kerajaan bingung
Dua manusia terlibat percakapan
Begini ceritanya,
Kenapa kau bingung?
Karena aku bingung
Lalu kenapa kau bingung?
Karena aku bingung
Bingung karena apa?
Bingung karena bingung
Kenapa dengan bingung?
Bingung sedang bingung
Bingung, bingung karena apa?
Bingung karena dia bingung
Kenapa dia bingung
Bingung karena dia memikirkan bingung
Kenapa dengan bingung
Bingung, bingung, bingung karena dia bingung
Lalu apa hari ini bingung makin bingung
Ya aku tidak tahu dia bingung karena bingung atau tidak
Yang jelas dia bingung karena bingung.
Puisi apaan nihh?? Begini aja dibilang puisi
Malah membuat orang bingung
Judulnya bingung
Isinya malah makin bingung
Yang baca orang bingung
Ya pasti tambah bingung
Untuk orang yang dilanda bingung
Alkisah di kerajaan bingung
Dua manusia terlibat percakapan
Begini ceritanya,
Kenapa kau bingung?
Karena aku bingung
Lalu kenapa kau bingung?
Karena aku bingung
Bingung karena apa?
Bingung karena bingung
Kenapa dengan bingung?
Bingung sedang bingung
Bingung, bingung karena apa?
Bingung karena dia bingung
Kenapa dia bingung
Bingung karena dia memikirkan bingung
Kenapa dengan bingung
Bingung, bingung, bingung karena dia bingung
Lalu apa hari ini bingung makin bingung
Ya aku tidak tahu dia bingung karena bingung atau tidak
Yang jelas dia bingung karena bingung.
Puisi apaan nihh?? Begini aja dibilang puisi
Malah membuat orang bingung
Judulnya bingung
Isinya malah makin bingung
Yang baca orang bingung
Ya pasti tambah bingung
Selasa, 27 April 2010
Tasbih Sang Kelelawar
Oleh: Siti Nurul Fatimah*
Aku seperti kelelawar terbang bebas tengah malam
Menghabiskan separuh malam pengganti siang
Mencari sebingkai makna dari tidurku yang panjang
Mengintip sepercik sinar di balik sujudku yang kurang
Aku seperti kelelawar yang tengah kelaparan
Mencari sesuap dahaga dalam lelapnya lampu temaram
Mengantri sembako bergilir tak berwujud garam
Menghibur diri,
melebur bersama sayup-sayup jibril yang hampir hilang saat subuh datang
Memanjat tebing-tebing penghalang risau
Aku seperti kelelawar yang usang
Mengejar matahari didalam hutan yang gersang
Menimba air dengan tubuh kering kerontang
Diatas bukit dibawah langit ragaku terguncang
Mendengar desir-desir ombak menggelegar
Disini
Ditempat aku meraut hasrat,
menabur benih kedalam rongga mulutku yang mulai kering
dalam arus lumpur kau memandang
sambil mendendangkan lagu kemenangan
Menceritakan kisahku kedalam untaian kata
Menjadi satu cerita yang bisa diminati oleh pembaca
Menuliskan rentetan masalalu diatas kepingan waktu yang mulai retak
Membiarkan orang-orang berbisik satu persatu dibawah alam sadarku
Aku seperti kelelawar kepanasan
Ketika tasbihku tak bisa menjawab hasrat yang tak pernah terobati
ketika tahmit mulai jenuh terucap dalam detak nadi
ketika takbir tak lagi merdu untuk didengar
yang tersembunyi,dan terselip diranting kunir yang nyinyir
Duh gusti.
Jauhkan ini dari hati yang kian penuh duri
menginginkan sesuatu yang lebih dari sesuatu yang telah Kau penuhi
ku ingin berjalan dengan ketentuan-Mu yang pasti
agar aku tak meyesal nanti-nanti
Duh gusti
beri aku sepercik air pelangi
bila tak mampu mengobati benih-benih hati yang kian terkebiri
jangan biarkan aku terhunus tajamnya rongga-rongga peniti
menancap tepat di ulu hati
Oleh: Siti Nurul Fatimah*
Aku seperti kelelawar terbang bebas tengah malam
Menghabiskan separuh malam pengganti siang
Mencari sebingkai makna dari tidurku yang panjang
Mengintip sepercik sinar di balik sujudku yang kurang
Aku seperti kelelawar yang tengah kelaparan
Mencari sesuap dahaga dalam lelapnya lampu temaram
Mengantri sembako bergilir tak berwujud garam
Menghibur diri,
melebur bersama sayup-sayup jibril yang hampir hilang saat subuh datang
Memanjat tebing-tebing penghalang risau
Aku seperti kelelawar yang usang
Mengejar matahari didalam hutan yang gersang
Menimba air dengan tubuh kering kerontang
Diatas bukit dibawah langit ragaku terguncang
Mendengar desir-desir ombak menggelegar
Disini
Ditempat aku meraut hasrat,
menabur benih kedalam rongga mulutku yang mulai kering
dalam arus lumpur kau memandang
sambil mendendangkan lagu kemenangan
Menceritakan kisahku kedalam untaian kata
Menjadi satu cerita yang bisa diminati oleh pembaca
Menuliskan rentetan masalalu diatas kepingan waktu yang mulai retak
Membiarkan orang-orang berbisik satu persatu dibawah alam sadarku
Aku seperti kelelawar kepanasan
Ketika tasbihku tak bisa menjawab hasrat yang tak pernah terobati
ketika tahmit mulai jenuh terucap dalam detak nadi
ketika takbir tak lagi merdu untuk didengar
yang tersembunyi,dan terselip diranting kunir yang nyinyir
Duh gusti.
Jauhkan ini dari hati yang kian penuh duri
menginginkan sesuatu yang lebih dari sesuatu yang telah Kau penuhi
ku ingin berjalan dengan ketentuan-Mu yang pasti
agar aku tak meyesal nanti-nanti
Duh gusti
beri aku sepercik air pelangi
bila tak mampu mengobati benih-benih hati yang kian terkebiri
jangan biarkan aku terhunus tajamnya rongga-rongga peniti
menancap tepat di ulu hati
Selasa, 13 April 2010
kali ini aku gagal lagi...
dari setiap coretan-coretan yang aku rangkum
dari hasil memaras otakku semalaman
tak satupun hasil rangkaian yang aku buat,
berjejer rapi diatas kanvas penguasa raya
kali aku gagal lagi
memadu lembaran-lembaran tinta yang aku robek semalaman
menjadi penghias meja para pembaca
kali ini aku memang gagal lagi
entah esok, lusa dan seterusnya
dari setiap coretan-coretan yang aku rangkum
dari hasil memaras otakku semalaman
tak satupun hasil rangkaian yang aku buat,
berjejer rapi diatas kanvas penguasa raya
kali aku gagal lagi
memadu lembaran-lembaran tinta yang aku robek semalaman
menjadi penghias meja para pembaca
kali ini aku memang gagal lagi
entah esok, lusa dan seterusnya
Rabu, 07 April 2010
Balada Sang Dosen
Masuk
Duduk
Assamu’alaikum wr.wb.
Saya absen dulu,
M. khoiruddin
Muh.Oktavianto putra
Muzanni
M. Ali wafa
M. Ber
“Sakit, pak…..”
Berdiri,
Lalu
Bicara
Behhh,,, ceramah?
Sms dikirim…
“Minggu depan diskusi,
Lalu pergi tanpa jejak
Kelas sepi
Mahasiswa dikebiri
Otak berlari
Mencari makna yang tak mengalir
Masuk
Duduk
Assamu’alaikum wr.wb.
Saya absen dulu,
M. khoiruddin
Muh.Oktavianto putra
Muzanni
M. Ali wafa
M. Ber
“Sakit, pak…..”
Berdiri,
Lalu
Bicara
Behhh,,, ceramah?
Sms dikirim…
“Minggu depan diskusi,
Lalu pergi tanpa jejak
Kelas sepi
Mahasiswa dikebiri
Otak berlari
Mencari makna yang tak mengalir
Rabu, 31 Maret 2010
Malam Ini
Malam ini
Aku tak dapat berbaring nyenyak
dengan sederet nyanyian kalbu
berbaring lemah menindihku
“Lets the music think your soul”
Teriring dalam sanubariku
yang tak terangkai dentingannya
Malam ini
aku tak dapat melhat keindahan itu
bersama angin
yang turun dari bukit pedalaman
teruntai dalam benak yang tak terungkap
Malam ini
aku tak dapat melihat wajah riang itu
diatas permukaan laut yang lugu
dengan satu kata yang sering diucapnya itu
dengan lagu cinta yang dinyanyikannya
bersama bintang gemintang yang tak berurutan
Malam ini
aku tak dapat menyaksikannya ceria
dengankelembutan-kelembutanya yang manja
Malang, 14 Maret 2010
Malam ini
Aku tak dapat berbaring nyenyak
dengan sederet nyanyian kalbu
berbaring lemah menindihku
“Lets the music think your soul”
Teriring dalam sanubariku
yang tak terangkai dentingannya
Malam ini
aku tak dapat melhat keindahan itu
bersama angin
yang turun dari bukit pedalaman
teruntai dalam benak yang tak terungkap
Malam ini
aku tak dapat melihat wajah riang itu
diatas permukaan laut yang lugu
dengan satu kata yang sering diucapnya itu
dengan lagu cinta yang dinyanyikannya
bersama bintang gemintang yang tak berurutan
Malam ini
aku tak dapat menyaksikannya ceria
dengankelembutan-kelembutanya yang manja
Malang, 14 Maret 2010
Langganan:
Postingan (Atom)