Ada rasa iri mendera hati
tatkala mereka mampu menginjakkan kaki dibumi
meski langkah terseok-seok karena belati
meski raga tak tersentuh oleh rasa dahaga
Ada rasa cemburu yang menancap dikening hati
disaat mereka me nyentuh bulan dengan pasti
pusara angin mengajaknya pergi
iring-iringan mercuri dan semerbak daun melati
Ada rasa iri didalam dada ini
ketika tasbihku tak bisa menjawab hasrat yang tak pernah terobati
ketika tahmit mulai jenuh terucap dalam detak nadi
ketika takbir tak lagi merdu untuk didengar
yang tersembunyi,dan terselip diranting kunir yang nyinyir
Duh gusti.
Jauhkan ini dari hati yang kian penuh duri
menginginkan sesuatu yang lebih dari sesuatu yang telah kau penuhi
ku ingin berjalan dengan ketentuan-Mu yang pasti
agar aku tak meyesal nanti-nanti
Duh gusti
beri aku sepercik air pelangi
bila tak mampu mengobati benih-benih hati yang kian terkebiri
jangan biarkan aku terhunus tajamnya rongga-rongga peniti
menancap tepat di ulu hati
Malang, Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar